Close Menu
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
Home - Olahraga - Revolusi Timnas Italia: 5 Pemain U-20 yang Dipanggil Roberto Mancini

Revolusi Timnas Italia: 5 Pemain U-20 yang Dipanggil Roberto Mancini

  • September 23, 2026
5 pemain berusia di bawah 20 tahun di Timnas Italia.

Roberto Mancini membawa arah baru ketika mengumumkan skuad Timnas Italia untuk empat pertandingan UEFA Nations League 2026/27 pada September dan Oktober. Dari 34 pemain, lima nama berusia 20 tahun atau lebih muda langsung mencuri perhatian publik.

Massimo Pessina, Honest Ahanor, Eddy Kouadio, Alessandro Romano, dan Samuele Inácio mewakili jalur perkembangan berbeda dalam Timnas Italia. Dalam artikel ini, label U-20 dipakai untuk pemain berusia 20 tahun atau lebih muda.

Timnas Italia akan membuka kampanye melawan Belgia pada 25 September, lalu menghadapi Turki pada 28 September dan Prancis pada 2 Oktober. Timnas Italia kemudian kembali bertemu Turki pada 5 Oktober untuk menutup jendela internasional pertama musim tersebut.

Pemanggilan ini bukan sekadar eksperimen karena Mancini tetap membawa figur berpengalaman seperti Gianluigi Donnarumma, Nicolò Barella, Alessandro Bastoni, dan Sandro Tonali. Kehadiran pemain muda memberi lapisan baru pada skuad tanpa menghapus kerangka senior sepenuhnya.

Dari lima pemain U-20 tersebut, Pessina, Kouadio, dan Romano menerima panggilan senior pertama mereka pada September 2026. Ahanor dan Inácio sudah masuk skuad Timnas Italia pada pertandingan persahabatan Juni, bahkan keduanya sempat mencatat debut senior.

Revolusi Timnas Italia dan Generasi Baru Mancini

Kembalinya Roberto Mancini terjadi ketika Timnas Italia membutuhkan regenerasi setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Skuad Nations League ini memperlihatkan upaya memperluas pilihan dengan memasukkan pemain muda yang sudah merasakan sepak bola senior kompetitif.

Keputusan itu terlihat dari sembilan pemain tanpa caps yang dipanggil dalam skuad terbaru, termasuk tiga nama U-20 dalam daftar ini. Mancini tidak hanya melihat reputasi klub, tetapi juga menit bermain, perkembangan, dan pengalaman internasional kelompok umur.

Lima pemain termuda memiliki profil sangat beragam, mulai dari penjaga gawang, bek serbaguna, bek tengah, gelandang pengatur tempo, hingga gelandang serang. Variasi tersebut membuat regenerasi Timnas Italia terjadi hampir di setiap lini penting.

Mereka juga datang dengan pencapaian berbeda sebelum masuk Timnas Italia senior, termasuk debut Serie A saat remaja, gelar Primavera, pengalaman Liga Champions, dan status pencetak gol terbanyak Euro U-17. Berikut profil lengkap kelima pemain tersebut.

1. Massimo Pessina, Kiper 18 Tahun Timnas Italia

Massimo Pessina lahir di Alzano Lombardo pada 25 Desember 2007 dan kini menjadi bagian skuad utama Bologna dengan nomor punggung 25. Profil resmi klub mencatatnya sebagai penjaga gawang setinggi 188 sentimeter dengan berat 86 kilogram.

Perjalanan Pessina menuju level tertinggi melewati pembinaan usia muda sebelum ia menjadi bagian penting sistem akademi Bologna. Namanya mulai benar-benar dikenal publik ketika keadaan darurat membuatnya memperoleh debut Serie A jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan.

Pada 9 November 2025, Pessina masuk menggantikan Łukasz Skorupski yang cedera ketika Bologna menghadapi Napoli di Stadio Renato Dall’Ara. Ia baru berusia 17 tahun 319 hari, tetapi membantu Bologna menang 2-0 tanpa kebobolan.

Debut tersebut menjadikannya salah satu penjaga gawang termuda yang tampil di Serie A pada era modern. Bagi Timnas Italia, pengalaman menghadapi juara bertahan Napoli pada usia 17 tahun memberikan indikator ketenangan yang jarang dimiliki penjaga gawang seusianya.

Kepercayaan Bologna kemudian diperkuat dengan perpanjangan kontrak Pessina sampai 30 Juni 2029, disertai opsi tambahan satu musim. Pada level internasional muda, ia juga menjadi bagian Italia U-19 pada putaran final Kejuaraan Eropa 2026 di Wales.

Pessina sempat menggagalkan penalti Denmark dalam playoff menuju Piala Dunia U-20 2027, meskipun Italia akhirnya tersingkir lewat adu penalti. Kini panggilan pertamanya bersama Timnas Italia senior menempatkannya satu ruang dengan Donnarumma, Carnesecchi, dan Vicario.

2. Honest Ahanor, Bek 18 Tahun Timnas Italia

Honest Ovonranwen Ahanor lahir di Aversa pada 23 Februari 2008 dari orang tua berkebangsaan Nigeria, lalu tumbuh melalui akademi Genoa. Ia merupakan bek kidal yang mampu bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah dalam struktur tiga pemain.

Ahanor mencatat sejarah pribadi pada 28 September 2024 ketika menjadi starter Genoa menghadapi Juventus di Serie A. Ketika itu usianya 16 tahun tujuh bulan lima hari, menjadikannya pemain kelahiran 2008 pertama yang menjadi starter.

Musim senior pertamanya bersama Genoa menghasilkan enam penampilan Serie A, termasuk tiga sebagai starter, setelah sebelumnya menjuarai kompetisi U-18 Italia. Pada musim panas 2025, Atalanta merekrutnya secara permanen karena melihat kualitas teknis dan kematangan yang menonjol.

Perkembangannya di Bergamo mempertemukan Ahanor dengan sepak bola level Eropa dan tuntutan taktik yang lebih kompleks. Kecepatan, kaki kiri, kemampuan membawa bola, serta fleksibilitas posisinya membuat profilnya sangat sesuai dengan kebutuhan pertahanan modern Timnas Italia.

Sebelum panggilan Mancini pada September, Ahanor sudah menjalani debut Timnas Italia senior dalam laga persahabatan melawan Luksemburg pada 3 Juni 2026. Empat hari kemudian, ia mendapat kesempatan menjadi starter melawan Yunani dan bermain selama babak pertama.

Menjelang musim 2026/27, Ahanor kemudian bergabung dengan Crystal Palace dengan status pinjaman dari Atalanta. Langkah menuju Premier League memberi pemain 18 tahun tersebut tantangan baru sekaligus kesempatan memperkaya pengalaman sebelum kembali membela Timnas Italia.

3. Eddy Kouadio, Bek 20 Tahun Timnas Italia

Eddy Kouadio lahir di Prato pada 3 Mei 2006 dan juga memiliki kewarganegaraan Pantai Gading melalui latar belakang keluarganya. Monza mendatangkannya dari Fiorentina dengan status pinjaman sampai 30 Juni 2027 untuk memberikan menit bermain senior lebih konsisten.

Kouadio masuk akademi Fiorentina pada 2021, kemudian menapaki kelompok U-17 hingga Primavera sebelum mulai berlatih bersama tim utama. Panggilan pertandingan Serie A pertamanya datang pada September 2024, ketika Fiorentina justru berhadapan dengan klubnya sekarang, Monza.

Debut Serie A baru terjadi pada 31 Agustus 2025 dalam pertandingan Torino melawan Fiorentina. Sepanjang musim 2025/26, Kouadio mengumpulkan tiga penampilan liga dan lima penampilan UEFA Conference League, memberikan pengalaman Eropa sebelum masuk radar Timnas Italia.

Pencapaian terbesarnya di level junior hadir ketika Fiorentina menjuarai Primavera 1 musim 2025/26 setelah menunggu 43 tahun. Kouadio mencetak gol kedua pada final melawan Parma dan kemudian menerima Premio Piermario Morosini sebagai pemain terbaik fase final.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pemanggilannya bukan hanya didasarkan pada usia atau potensi fisik semata. Bek bertubuh kuat itu sudah merasakan pertandingan penentuan gelar, kompetisi Eropa, dan atmosfer Serie A sebelum menerima panggilan pertama Timnas Italia senior.

Kouadio sebelumnya juga mewakili Italia pada level U-18 dan U-19 sehingga lingkungan federasi bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan keunggulan fisik, duel, dan kemampuan teknisnya ketika standar permainan Timnas Italia meningkat drastis.

4. Alessandro Romano, Gelandang 20 Tahun Timnas Italia

Alessandro Gianni Romano lahir di Winterthur, Swiss, pada 17 Juni 2006 dan memiliki paspor Italia, sehingga dapat memenuhi syarat membela Timnas Italia. Ia merupakan gelandang kaki kiri yang nyaman bermain sebagai regista maupun mezzala di lini tengah.

Romano memulai pembinaan bersama Winterthur sebelum pindah ke akademi AS Roma pada 2022. Bersama tim muda Roma, ia mengumpulkan 63 pertandingan Primavera 1, mencetak 11 gol dan lima assist sebelum mendapat kesempatan menembus skuad senior.

Debut Serie A Romano terjadi pada 6 Januari 2026 ketika Roma mengalahkan Lecce 2-0, lalu ia dipinjamkan ke Spezia sepuluh hari kemudian. Di Serie B, ia memperoleh kontinuitas dengan 19 penampilan dan satu assist pada paruh kedua musim.

Cagliari merekrut Romano dari Roma pada Juli 2026 melalui skema pinjaman dengan kewajiban pembelian apabila kondisi olahraga tertentu terpenuhi. Ia langsung mendapat peran penting dan mencetak gol Serie A pertamanya ketika Cagliari mengalahkan Parma pada 22 Agustus.

Secara teknis, Romano menawarkan visi, umpan vertikal, kontrol tempo, dan kemampuan menembak dari luar kotak penalti. Karakter tersebut membuatnya berbeda dari beberapa gelandang Timnas Italia lain yang lebih menonjol dalam duel, pressing, atau pergerakan tanpa bola.

Menariknya, Romano pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Swiss sebelum dipanggil ke tim senior Italia. Panggilan pertama dari Mancini pada September 2026 menandai perubahan besar dalam lintasan internasionalnya dan memperluas persaingan lini tengah Timnas Italia.

5. Samuele Inácio, Bintang 18 Tahun Timnas Italia

Samuele Inácio lahir di Bergamo pada 2 April 2008 dan mempunyai kewarganegaraan Italia serta Brasil melalui keluarganya. Ia adalah putra João Batista Inácio atau Piá, mantan pemain profesional yang pernah memperkuat Atalanta dan Napoli.

Inácio menghabiskan sekitar satu dekade di akademi Atalanta sebelum pindah ke Borussia Dortmund pada musim panas 2024. Klub Jerman membawanya melalui tim U-17, U-19, U-23, lalu memberi jalan menuju skuad profesional saat usianya masih 17 tahun.

Debut Bundesliga Inácio terjadi pada 28 Februari 2026 dalam pertandingan besar menghadapi Bayern München. Ia kemudian menjadi bagian reguler skuad pada akhir musim, mencetak gol Bundesliga pertamanya saat Dortmund mengalahkan Eintracht Frankfurt 3-2 pada Mei.

Borussia Dortmund memperpanjang kontraknya sampai 30 Juni 2029 setelah melihat perkembangan pesat tersebut. Hingga pengumuman kontrak baru, Inácio telah memainkan 65 pertandingan di berbagai level Dortmund dengan catatan 14 gol dan 11 assist.

Prestasi internasional juniornya bahkan lebih menonjol karena Inácio menjadi pencetak gol terbanyak Euro U-17 2025 dengan lima gol dalam empat pertandingan. UEFA juga memasukkannya ke Team of the Tournament sebagai gelandang serang setelah Timnas Italia mencapai semifinal.

Inácio menerima panggilan senior pertama pada Juni 2026 dan mencatat debut singkat ketika Timnas Italia mengalahkan Luksemburg 1-0. Panggilan kembali dari Mancini menegaskan bahwa pemain Dortmund tersebut sudah berada dalam lingkaran regenerasi tim nasional senior.

Apa Arti Lima Pemain U-20 bagi Timnas Italia?

Kelima pemain tersebut tidak berada pada tahap perkembangan yang sama, sehingga ekspektasinya juga seharusnya berbeda. Ahanor dan Inácio sudah memiliki caps senior, sedangkan Pessina, Kouadio, dan Romano memasuki pemusatan Timnas Italia sebagai wajah baru pada level tertinggi.

Mancini kini memiliki kesempatan menilai mereka langsung dalam rangkaian empat pertandingan Nations League yang padat melawan Belgia, Turki, dan Prancis. Intensitas lawan tersebut memberikan ujian jauh lebih berat dibandingkan pertandingan kelompok umur atau laga klub biasa bersama Timnas Italia.

Regenerasi Timnas Italia tetap membutuhkan waktu, konsistensi, dan menit bermain sebelum lima pemain muda ini dapat menjadi tulang punggung permanen. Namun perjalanan mereka menunjukkan bahwa jalur dari akademi menuju Azzurri senior kini terbuka bagi pemain yang berkembang cepat.

Kylian Mbappé Belum Angkat Trofi, Mengapa Ballon d’Or 2026 Tetap Terbuka?

23 Sep 2026
Norwegia vs Denmark

Preview Norwegia vs Denmark: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Sep 2026
Portugal vs Wales

Preview Portugal vs Wales: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

23 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.